Tampilkan postingan dengan label Kawulaning Gusti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kawulaning Gusti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Oktober 2017

Jangan Cuma Melukis

Seorang pelukis muda Kristen yang berbakat, melukis seorang wanita dan seorang anak yang berada di tengah badai. Melihat hasil lukisannya sendiri hatinya sangat tersentuh sehingga ia meletakkan kuas dan catnya sambil berkata, ” Sebaiknya aku mencari orang-orang yang tersesat seperti ini, dan tidak sekadar melukis mereka.”
Maka mulailah ia bekerja di kota yang miskin dan belajar mengenai pelayanan.Pelukis muda dari Inggris tersebut adalah Alfred Robert Tucker (1849-1914) yang melayani sebagai utusan Injil di Uganda dan Afrika Timur selama 20 tahun.
Mungkin kita sering bicara mengenai misi dan kesaksian, namun tidak pernah melakukannya. Pendeta Horace Bushnell (1802-1876) menulis : Mereka yang tidak perlu melakukan pelayanan bagi Kristus adalah :
  • Mereka yang berfikir bahwa dunia ini tidak terhilang dan tidak membutuhkan Juru Selamat
  • Mereka yang percaya bahwa ” Orang hanya perlu memikirkan diri sendiri” dalam dunia ini, yang berkata sama seperti Kain ” Apakah aku penjaga adikku?”
  • Mereka yang percaya bahwa mereka tidak perlu mempertanggungjawabkan uang yang dipercayakan Allah kepada mereka.
  • Mereka yang berharap bahwa nenek moyang mereka tidak pernah bertemu dengan para utusan Injil, sedang mereka sendiri masih menyembah berhala.
  • Mereka yang siap menerima hukuman terakhir, “Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku” (Matius 25-45).
So, apa yang anda perbuat bagi Kristus?

Duh Gusti

Duh Gusti, ampuni saya yang justru merasa damai dalam pelukan para pelacur yg biasa berucap “Jancuk” ketika pelanggannya membayar kurang dibanding saat mendengarkan  pujian untukMu yg dilantunkan oleh umatMu yang selalu berkata mereka suci, maafkan saya yang justru merasa lebih bisa menemui hadiratMu di tengah mabuknya anak2 jalanan dgn baju kotornya dibandingkan saat mendengarkan khotbah para orang terpilihMu dengan baju bersih rapinya yang selalu berucap orang lain pendosa…ampuni saya duh Gusti, di saat saya justru merasa lebih hangat di dinginnya jalanan dan merasa dingin di hangatnya ruang2 mewah rumah peribadatanMu…Duh Gusti ampuni saya,karena mungkin saya pendosa yang belum bisa memahami arti manunggaling kawula kalawan Gustinya…

Haram Gak Sih ?

“ Aduh, disini menunya pakai babi semua yah? “ kata Paidjo kepada Bendot kawannya ketika mereka sedang lunch bareng pada jam istirahat kantornya.” Lho, so what getoo lho Djo? Itu kan gakharam.Emang lu ga makan babi ? “ jawab si Bendot sambil balik bertanya. “ Ya gak lah, itu kan haram.” Jawab Paidjo.
Percakapan di atas bukan ga mungkin akan kita dengar pada beberapa kawan kita. Waduh, gimana nech, kok jadi bingung yach haram gaknya babi dan makanan2 lain yang diharamkan di Imamat 11:1-47. Okelah klo begitu yuk kita coba telaah bareng2. Eiiit tunggu dulu, sebelum mencoba membahasnya bersama2, jernihkan hati dulu yah..jangan sampai emosi kita dibawa2, tanpa pikiran negative bahwa apa yang berbeda dari kita berarti sesat dan pikiran2 lain yang seharusnya tidak boleh ada saat kita mencoba memahami ayat2 dalam Al Kitab.OK cuy? Lanjuuuutt…..
Klo kita telaah pada Imamat 11: 1-47 maka kita akan menjumpai ada beberapa jenis makanan yang Bapa perintahkan untuk tidak kita makan (diharamkan), namun pada saat ini hal ini menjadi sebuah perdebatan yang muncul dari adanya  ayat yang menjadi dasar pula bagi saudara2 kita untuk menjadikan makanan2 tersebut menjadi halal. Benar atau salah hanya Bapa yang tahu dengan segala Maha PengetahuanNya, karena hakikat kebenaran adalah Kasih Bapa sendiri. Di sini sich gue cuma mencoba menyodorkan sebuah wacana yang mungkin bisa menjadi perenungan bagi kita untuk mencoba menjadi anak Bapa yang mengikuti kehendak hati Bapa. Tentang benar atau salahnya, cuma satu jawabannya, taruhlah Kasih Bapa di hati loe, dan biarkan itu terjawab oleh Kasih Bapa.