Aku akan menangani semua masalahmu. Tolong, ingatlah bahwa Aku tidak memerlukan bantuanmu.Bila kamu ditempatkan di dalam situasi yang kamu tidak mampu untuk menangani, janganlah berusaha untuk memutuskannya sendiri. Lebih baik kamu masukkan ke dalam kotak “untuk ditangani oleh Tuhan sendiri” Masalah itu akan ditanggapi pada waktuKu, dan bukan waktumu.Sekali masalah itu diletakkan di dalam kotak, janganlah kamu memikirkan atau mengeluarkannya lagi dari kotak itu. Memikirkan atau mengeluarkan kembali akan menunda pemecahan dari masalahmu .Bila kamu mengira dapat menanganinya sendiri, tolong bawalah ke dalam doa-doamu, agar kamu yakin bahwa itulah pemecahan yang terbaik.Karena Aku sendiri tidak pernah tidur atau mengantuk, tidak ada gunanya bagimu untuk tidak tidur Istirahatlah, anakKu. Bila kamu ingin menghubungi Aku, Aku hanya sejauh sebuah doa.
Bila kamu sukar untuk tidur malam ini, ingatlah akan banyak keluarga yang bahkan tidak mempunyai tempat tidur untuk merebahkan dirinya .Bila kamu kebetulan terjebak dalam kemacetan lalu lintas, janganlah cemas. Ada banyak orang dalam dunia ini yang tidak pernah menyetir mobil.Bila kamu kebetulan mengalami hari yang sial, ingatlah akan orang yang sudah begitu lama tidak mempunyai pekerjaan .Bila kamu cemas akan suatu hubungan kawan yang menjadi jelek, ingatlah akan orang yang tak pernah mengalami apa arti mengasihi dan sebaliknya dikasihi.Bila kamu tidak suka bila akhir minggu telah lewat, ingatlah kepada wanita yang harus bekerja 12 jam sehari, selama satu minggu penuh untuk dapat memberikan makan kepada anak-anaknya .Bila mobilmu rusak di tengah perjalanan, jauh dari keramaian kota untuk dapat bantuan, ingatlah akan mereka yang lumpuh yang akan gembira sekali untuk dapat berjalan .Bila kamu mengamati dengan sedih sehelai rambut yang mulai memutih, ingatlah akan pasien kanker yang menjalani terapi kemo yang rindu dapat mengamati rambutnya
Bila kamu tidak tahu dan bertanya-tanya, apakah sebenarnya tujuan hidupmu, berterima kasihlah. Terdapat banyak orang yang tidak memiliki umur panjang untuk mengetahuinya……..
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Oktober 2017
The Oil on a glass of Water
Have you ever seen a glass of water when oil is added, then for a moment the oil and water will mix and the water becomes turbid shortly to become clear again. When you turn on the fire on it then the oil will burn but not with water. Once the oil runs out, the fire was extinguished , for a moment the water will becoming a turbid water but not burned. Such is the human heart, when there is a disrupting events that making our heart angry, such as the oil when the love in our hearts that serves as the water is not able to reconcile, when there is a fire of the world it will be burned up. Therefore, when you feel any emotion, then immediately dive to avoid the oil layer,sit in the water, because God’s love is peace and will not be exhausted by the fire.JBU
“Proverbs 15:18 The grumpy arouse quarrels, but the arguments put forward.”
“Proverbs 15:18 The grumpy arouse quarrels, but the arguments put forward.”
Takut Jatuh Cinta
Kejadian 2:18, ” Tidak baik manusia seorang diri saja dan Aku akan menjadikan seorang penolong yang sepadan baginya”
Kadang ayat ini membuatku khawatir dengan semua yg aku rasakan belakangan ini.Rasa yang muncul di hati ini membawa serta sebuah pertanyaan di hatiku.Sepadankah aku dengannya? Layakkah aku dengannya.Bisakah aku membahagiakan dia atau justru aku akan melukai dia seperti aku melukai hati orang menyayangi aku sebelumnya….
Jujur aku sangat takut dengan semua itu….dengan semua yang ada padaku saat ini aku tidaklah sepadan dengannya…tapi satu sisi aku tidak bisa menolak hati kecilku yang berkata aku telah mencintai dia dan berharap dia tulang rusuk yang Tuhan beri untuk melengkapi kekuranganku….
Mungkin aku hanya bisa berkata pada Tuhan….” Lord,bila Kau tanyakan apa keinginan hatiku,maka aku akan berkata bahwa aku menginginkan dia mendampingiku untuk melayaniMu,dan tanpa aku menjawabnya Engkau pun tahu itu,tapi sebagaimana layaknya anak2Mu yang lain, aku meletakkan semua ini di tanganMu,karena jadilah apa yang menjadi keinginanMu bukan keinginanku”
Kadang ayat ini membuatku khawatir dengan semua yg aku rasakan belakangan ini.Rasa yang muncul di hati ini membawa serta sebuah pertanyaan di hatiku.Sepadankah aku dengannya? Layakkah aku dengannya.Bisakah aku membahagiakan dia atau justru aku akan melukai dia seperti aku melukai hati orang menyayangi aku sebelumnya….
Jujur aku sangat takut dengan semua itu….dengan semua yang ada padaku saat ini aku tidaklah sepadan dengannya…tapi satu sisi aku tidak bisa menolak hati kecilku yang berkata aku telah mencintai dia dan berharap dia tulang rusuk yang Tuhan beri untuk melengkapi kekuranganku….
Mungkin aku hanya bisa berkata pada Tuhan….” Lord,bila Kau tanyakan apa keinginan hatiku,maka aku akan berkata bahwa aku menginginkan dia mendampingiku untuk melayaniMu,dan tanpa aku menjawabnya Engkau pun tahu itu,tapi sebagaimana layaknya anak2Mu yang lain, aku meletakkan semua ini di tanganMu,karena jadilah apa yang menjadi keinginanMu bukan keinginanku”
Saat Memberi Saat Menerima
Saat engkau meneguhkan hati sahabatmu yang berada dalam ketakutan, sebenarnya engkau pun sedang menerima ketakutannya. Saat ketakutannya engkau terima, saat itulah juga, engkau mengganti ketakutannya dengan keberanianmu.
Saat isterimu mengandung anakmu, isterimu memberi makan janin itu lewat tali pusar dalam rahimnya; selama dalam kandungannya itulah, sebagai suami isteri, kalian sebenarnya menerima seorang manusia yang sudah pasrah total untuk diperlakukan apapun juga: mau serius dicintai, dirawat ataupun tidak! Itulah caranya seorang bayi dalam kandungan ibunya mencintai ibu dan ayahnya, bukan dengan memberi tapi menerima apapun perlakuan orang tuanya.
Maukah Anda Belajar Pada Sekantung Teh Celup
Pernah tidak saat anda membuat segelas teh celup (entah apapun merknya mau Sosro, Sari wangi atau apapun juga, yang penting teh celup bukan teh tubruk), anda amati bila kantung teh celup itu hanya anda diamkan maka hasilnya segelas teh celup itu hanya anda diamkan maka hasilnya segelas teh yang warnanya kurang bagus. Jadi saat anda ingin mendapatkan segelas teh celup yang enak, kantong teh itu mau tidak mau, harus di celup celupkan. Keluar dan masuk ke dalam gelas yang tentu saja berisi air panas bukan air dingin.
Langganan:
Postingan (Atom)


